PENERIMAAN PESERTA DIDIK

 

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha menerima peserta didik baru sebagai berikut:

  1. Penerimaan peserta didik baru:

Penerimaan calon peserta didik baru Pendidikan Sarjana Kedokteranmelalui Ujian Saringan Masuk (USM) Universitas Kristen Maranatha. Tata cara dan syarat penerimaan sesuai dengan ketentuan Universitas dan ketentuan Fakultas.

Syarat calon mahasiswa PSPD adalah sebagai berikut:

  • Berasal dari SMU jurusan IPA, bukan lulus dari ujian persamaan IPA (Paket C).
  • Lulus Ujian Seleksi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha yang meliputi:
  • Tes Bakat & Kepribadian
  • TPA (Tes Potensi Akademik)
  • IPA terpadu (Tes Biologi Manusia)
  • Sehat Jasmani, bukan penyandang disabilitas serta tidak buta warna, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.
  1. Peserta didik dari Fakultas lain di dalam lingkungan Universitas Kristen Maranatha: dilakukan melalui Ujian Saringan Masuk, dengan ketentuan administrasi sesuai yang berlaku di Universitas Kristen Maranatha dan memenuhi persyaratan calon mahasiswa baru PSPD FKUKM.
  2. Perpindahan peserta didik dari Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi yang lain (baik dalam maupun luar negeri):
    1. FK UKM hanya menerima transfer bagi peserta didik yang telah lulus tingkat sarjana kedokteran dan akan masuk ke Pendidikan Profesi Dokter. Peserta didiktersebut berasal dari Fakultas Kedokteran lain yang terakreditasi minimal sama dengan FK UKM, dengan kurikulum berbasis kompetensi dan dengan IPK > 3
    2. Tata cara dan syarat penerimaan sesuai dengan ketetapan dari Universitas Kristen Maranatha dan Fakultas Kedokteran.
    3. FK UKM tidak menerima transfer mahasiswa di tingkat Sarjana Kedokteran.
  3. Penerimaan peserta didik warga asing.

Bagi warga negara asing yang akan menjadi peserta didik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Tamat dan memiliki Surat tanda Tamat Belajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Jurusan IPA atau yang sederajat
  • Memperoleh ijin belajar dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
  1. Memperoleh visa kunjungan sosial budaya, memenuhi aturan imigrasi lainnya.
  2. Memenuhi persyaratan akademik, keuangan dan administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UKM.
  3. Lancar berbahasa Indonesia secara lisan dan tulisan.
  4. Penerimaan Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (ko-asisten):

Program Pendidikan Profesi Dokter FK UKM menerima mahasiswa/ ko-asisten baru dengan syarat  penerimaan adalah sebagai berikut  :

  1. Lulus Sarjana Kedokteran dengan syarat tidak lebih dari 2 tahun sejak dinyatakan lulus sebagai Sarjana Kedokteran serta  Indeks Prestasi Kumulatif (IPK):
  1. ≥ 2,60 (berlaku mulai tahun akademik 2017-2018)
  2. ≥ 2,75 (berlaku mulai tahun akademik 2019-2020)
  1. Telah memenuhi semua persyaratan akademik, administrasi dan keuangan yang ditentukan oleh Universitas.
  1. Mengucapkan janji / sumpah ko-asisten.

 

ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

 

  1. Peserta didik harus melakukan daftar ulang melalui perwalian secara onlinesetiap awal semester.
  2. Tata cara pembayaran biaya pendidikan sesuai dengan peraturan Universitas.

  

KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

Sejak tahun 2006, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha telah melaksanakan Kurikulum berbasis kompetensi.Peta kurikulum yang berlaku saat ini adalah:

 

Peta Kurikulum 2019

 

 

 

 

 PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN (PSKED)

 BEBAN STUDI PESERTA DIDIK

Kurikulum disusun berdasarkan Kegiatan Belajar Mengajar dalam blok yang mengintegrasikan berbagai ilmu pengetahuan kedokteran dasar, preklinik dan klinik.Penyusunan dan pelaksanaan subjek / blok disesuaikan dengan Visi, Misi dan Tujuan PSPD Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.Masing-masing blok meliputi kegiatan perkuliahan, tutorial, laboratorium medik dasar, laboratorium keterampilan klinik (Skills lab), presentasi kasus, simposium mini dan belajar mandiri.

Kurikulum Sarjana Kedokteran meliputi 19 subjek yang pada pelaksanaannya disebar dalam 28 blok yang ditempuh waktu sekurang-kurangnya 7 semester (3,5 tahun).Karya Tulis Ilmiahmemiliki beban studi sebesar 4 SKS, dan mata kuliah elektif/ pilihan mahasiswa(student’s selected component) mendapat beban sebesar 1 SKS.

Terhitung mulai tahun akademik 2017 dan seterusnya, terdapat 4 Mata Kuliah Umum (MKU) wajib yang diimplementasikan dalam kurikulum FK UKM:

  1. Pendidikan Agama Kristiani (bagi yang beragama Kristen) atau Fenomenologi Agama (bagi yang non Kristen) 2 SKS.
  2. Pancasila 2 SKS.
  3. Pendidikan Kewarganegaraan 2 SKS.
  4. Bahasa Indonesia 2 SKS.

Terdapat tiga mata kuliah student’s selected component:

  1. Gizi medik
  2. Herbal medik
  3. Akupunktur medik

 KETENTUAN MENGIKUTI KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR

Peserta didik mulai semester dua dan seterusnya:

  • Harus melakukan pendaftaran ulang dan mengikuti perwalian.
  • Dalam satu semester, maksimal jumlah sks yang diambil adalah 24 sks.

 

Kehadiran

  • Peserta harus hadir dalam setiap perkuliahan,keterampilan klinik, laboratorium medik dasar, tutorial,dan simposium mini.
  • Peserta didik wajib menandatangani DHMD (Daftar Hadir Mahasiswadan Dosen) tanpa diwakilkan. Kecurangan dalam pengisian DHMDakan mendapat sanksi.
  • Ketidakhadiran dalam kegiatan akademik karena alasan yang tidak dapat diterima akan diperlakukan sebagai
  • Peserta didik yang tidak hadir dalam kegiatan pembelajaran tanpa surat sakit ataupun ijin (yang dapat dipertanggungjawabkan), dianggap alpadan dapat dikenakan sanksi.

PERATURAN IJIN DAN SAKIT

  1. Peserta yang tidak dapat hadir dalam kegiatan pembelajaran karena sakit harus melapor kepada Tata Usaha FK UKM dalam waktu selambat-lambatnya 1 x 24 jam. Laporan dapat disampaikan melalui telepon, dengan bukti surat keterangan sakit yang disampaikan kemudian.

Bagi peserta yang sakit lebih dari 1 hari dapat mengirimkan surat keterangan sakit, selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam.

Surat keterangan sakit asli harus diserahkan segera kebagian Tata Usaha untuk disahkan oleh Komisi MONEV MEU pada hari pertama yang bersangkutan mengikuti kegiatan pembelajaran.

 

  1. Surat keterangan sakit hanya berlaku bila dikeluarkan oleh dokter yang mencantumkan nomor Surat Ijin Praktek sesuai kompetensi. Surat sakit harus dilengkapi dengan tandatangan dan nama jelas dokter, cap dokter/klinik/Rumah Sakit, nama penderita sesuai dengan nama peserta didik, tanggal sesuai dengan tanggal ketidakhadiran, surat sakit bukan hasil scan atau fotokopi.

 

  1. Ijin khusus.
  • Yang termasuk ijin khusus adalah ijin dari Pimpinan Universitas atau Fakultas, sehubungan dengan tugas yang diberikan Universitas atau Fakultas dalam rangka kegiatan akademik seperti: membawakan makalah/poster penelitian atau menjadi pembicara dalam forum ilmiah nasional, regional atau internasional, atau kegiatan lain atasnama Fakultas/Universitas.
  • Setiap peserta didik diijinkanmemperoleh ijin khusus paling banyak 12 (dua belas) hari kerja dalam 1 (satu) tahun akademik.
  • Ijin harus diajukan minimal 10 (sepuluh) hari sebelumnya kepada wakil dekan I. Izin meninggalkan kegiatan diberikan oleh Sekretaris I PS Ked
  • Peserta didik PSKedyang mendapat ijin khusus akan mendapat tugaskhusus yang akan dikoordinir oleh Komisi MONEV dan Kepala Bagian terkait sesuai dengan jenis kegiatan akademik yang tidak hadir.

 

  1. Ijin untuk kegiatan terencanaharus diajukan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum tanggal ijin. Ijin diajukan kepada pimpinan Fakultas/ Keputusan persetujuan ditentukan oleh pimpinan Fakultas/PSKed.

 

  1. Ijin dukacita hanya akan diberikan bila ada peristiwa tak diinginkan (kecelakaan atau kematian) yang menimpa keluarga inti: ayah-ibu kandung, suami/istri, kakak kandung / adik kandung, anak kandung.

 

  1. Peraturan ketidakhadiran maksimum:
  • Untuk masing-masing kegiatan akademik dalam 1 Blok, ketidakhadiran yang diijinkan
    • Kuliah                                  : maksimum 25%.
    • Tutorial : 0 %
    • Lab Medik Dasar : 0 % di setiap laboratorium
    • Lab Ketrampilan Klinik : 0 %
  • Ketidakhadiran dalam setiap kegiatan akademik maksimum 25%, dengan ketentuan ketidakhadiran dalam kegiatan tutorial, mini simposium, laboratorium medik dasar, dan lab ketrampilan klinik harus dengan keterangan (sakit/ijin)
  • Ketidakhadirandalam kegiatan laboratorium medik dasar dan keterampilan klinik karena sakit/ ijin, wajib mengikuti susulan yang diatur oleh Bagian yang bersangkutan.
  • Setiap ketidakhadiran kuliah, tutorial, dan mini simposium harus dikompensasi dengan tugas yang dikoordinir oleh Komisi Monitoring & Evaluasi (MONEV)

 

  1. Bagi peserta didik PSKed yang dirawat inap di Rumah Sakit, batas maksimum masa istirahat yang ditoleransi untuk mendapat ijin mengikuti ujian adalah 1 minggu atau 6 (enam) hari kerja.

 

UJIAN PSKed

Ujian tidak dapat diberikan dan akan mendapat nilai F, bila mahasiswa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Tidak membuat tugas atau terlambat menyerahkan tugas baik tugas kelompok ataupun tugas mandiri.
  • Kehadiran dalam laboratorium medik dasar < 100% tanpa dilengkapi dengan praktikum susulan/ tugas
  • Kehadiran ketrampilan klinik < 100% tanpa dilengkapi dengan ketrampilan klinik susulan
  • Kehadiran kuliah dan tutorial < 50 %

(Kehadiran kuliah dan tutorial  antara> 50%, tapi <75 % hanya boleh mengikuti ujian utama dan tidak diperkenankan ujian remedial.Nilai akhir adalah 80% dari nilai ujian utama)

 

CUTI AKADEMIK DAN KEAKTIFAN AKADEMIK

  1. Peraturan cuti akademik di FK UKM sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Kristen Maranatha.
  2. Pengajuan cuti akademik dapat dikabulkan berdasarkan alasan yang dapat diterima oleh Pimpinan Fakultas.
  3. Cuti akademik akan mempengaruhi masa studi.
  4. Selama Pendidikan Sarjana Kedokteran, peserta didik hanya diijinkan mengambil cuti akademik maksimum sebanyak 3 (tiga) semester. Tetapi tetap melakukan registrasi ulang setiap semester.
  5. Izin cuti hanya dapat diberikan setelah satu tahun kuliah atau minimal 2 semester.
  6. Permohonan cuti akademik resmi harus diajukan 2 (dua) minggu sebelum perwalian semester yang bersangkutan. Pimpinan berhak menolak pengajuan cuti akademik yang disampaikan setelah masa perwalian.
  7. Pengajuan keaktifan kembali harus sesuai dengan prosedur yang berlaku di Universitas Kristen Maranatha. Pengajuan untuk aktif kembali, harus disampaikan kepada Pimpinan Fakultas selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum perwalian semester berikutnya.
  8. Peserta didik yang tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk jangka panjang tanpa pemberitahuan akan mendapat sanksi akademik.

 

Peraturan cuti khusus

  1. Yang termasuk dalam cuti khusus adalah :
  1. Cuti hamil dan melahirkan
  2. Cuti karena tugas khusus dari Fakultas/Universitas, seperti: pertukaran pelajar resmi dari institusi FK UKM atau tugas penelitian yang diprogramkan oleh FK UKM.

 

 

  1. Mahasiswa yang ingin mengambil cuti khusus harus membuat pengajuan tertulis kepada dekan FK dengan tembusan kepada ketua PSPD. Permohonan diajukan paling lambat 2 minggu sebelum jadwal cuti yang dimaksud. Salinan (copy) persetujuan tertulis dari dekan harus dilaporkan kepada ketua PSPD.
  2. Total masa cuti resmi yang diijinkan adalah maksimum 3 bulan untuk hamil dan melahirkan, sedangkan untuk cuti karena tugas khusus dari Fakultas/Universitasadalah maksimum 1 semester.

 

 

PERSYARATAN MENGIKUTI UJIAN

 

  1. Terdaftar sebagai peserta didik PSKed FK-UKM pada semester terkait yang dapat dibuktikan dengan memperlihatkan Kartu Ujian Blok yang bersangkutan dan kelengkapan administrasi.
  2. Memenuhi persyaratan kehadiran untuk dapat mengikuti ujian utama maupun ujian ulang

 

EVALUASI PESERTA DIDIK

  • Evaluasi keberhasilan peserta didik dilaksanakan antara lain melalui performa sehari-hari, pemberian tugas dan penyelenggaraan ujian.

 

  • Evaluasi performa harian: merupakan evaluasi formatif. Umpan balik formatif diberikan secara rutin dalam setiap kegiatan bersama pembimbing di tingkat Sarjana Kedokteran. Selain itu, proses pembelajaran atau performa juga menjadi bentuk evaluasi sumatif dan diperhitungkan dalam penilaian perilaku.

Hal-hal yang dinilai adalah sebagai berikut: tata tertib, keaktifan, kemampuan mengkomunikasikan pendapatnya, belajar mandiri, kerjasama, menghargai pendapat orang lain serta tata krama.

 

  • Metode evaluasi (ujian) di tingkat Sarjana Kedokteran:
  1. Ujian (teori) tertulis berbentuk MCQ (multiple choice question)
  2. Objective Structured Practical Examination (OSPE): ujian  laboratorium medik dasar.
  3. Objective Structured Clinical Examination (OSCE): ujian laboratorium keterampilan klinik
  4. SOCA (Student Oral Case Analysis): ujian lisan terstruktur untuk menguji keterampilan analisis kasus; dilaksanakan mulai Blok 5.

Setiap bentuk kecurangan dalam ujian menyebabkan ujian tersebut akan diberi  nilai 0 (NOL) dan tidak diberi kesempatan untuk remedial.

 

  • Evaluasi terhadap perilaku

Evaluasi terhadap perilaku selain bersifat formatif juga diberi bobot sumatif.Perilaku mendapat bobot 10% dari nilai akhir.

Setiap awal blok, mahasiswa mendapat “deposit” nilai perilaku sebesar 85.

Setiap tindakan pelanggaran dan kelalaian akan mendapat nilai minus sesuai dengan ketetapan. Nilai akhir perilaku adalah nilai pada hari terakhir blok yang sedang berjalan

Selain nilai negatif, ada beberapa hal yang mendapat bobot nilai positif sebagai reward perilaku, yang hanya dapat digunakan sebagai point reward bagi kategori kelalaian, dan tidak berlaku sebagai remedy bagi pelanggaran

 

 

 

Ketetapan nilai perilaku :

Kelalaian
Terlambat hadir pada kegiatan pembelajaran apapun (-5)
Tidak hadir dalam kegiatan kuliah tanpa keterangan (-5)
Tidak membawa kartu ujian (-2)
 

 

Pelanggaran

 

 

(- 5 )

Pakaian tidak sesuai dengan ketentuan
Tidak menggunakan jas laboratorium atau name tag

Melakukan kegiatan lain selama pembelajaran

Mencoret-coret tembok, meja, kursi, dan sarana lainnya
Pelanggaran berat (-20)
Memalsukan tanda-tangan teman
Perilaku tidak profesional sehingga menimbulkan komplain

 

Pelanggaran sangat berat (-80)
Memalsukan data  
Memalsukan tanda-tangan dosen/ staf administrasi
Membawa Narkotik, zat adiktif atau benda terlarang lainnya
Terlibat dalam perkelahian dan atau kekerasan fisik
Mencemarkan nama baik Fakultas Kedokteran UKM
Perbuatan yang melanggar Hak Asasi Manusia, perbuatan amoral, apalagi sampai dipublikasikan di media massa

(mengikuti peraturan Universitas)

Penghargaan
Melakukan tugas dengan baik lebih dari yang diharapkan oleh

Pembimbing

+5
Mendapatkan penghargaan ilmiah di bidang kedokteran tingkat regional, nasional, internasional yang membawa nama UKM +10
Mendapatkan penghargaan di berbagai bidang seni, budaya dan olah raga tingkat regional, nasional, internasional yang membawa nama UKM +10
Menjadi Pengurus Senat Mahasiswa FK UKM (selama periode menjabat) +4 s.d.+10
Menjadi donor darah. Untuk setiap kegiatan donor darah mendapat nilai (Bukti kartu donor dari PMI) +5
Berpartisipasi dalam bakti sosial di masyarakat +5
Berpartisipasi pada bakti sosial di daerah bencana alam (dibuktikan dengan surat keterangan resmi)

Maksimal nilai reward 15 poin

+10
Aktif dalam kegiatan kemahasiswaan  seperti sebagai panitia dalam kegiatan di lingkungan SEMA, kegiatan fakultas (diperhitungkan ke blok yang paralel dengan kegiatan) +4 s.d.+10

 

GRADING POLICY

 

Bobot penilaian di tingkatSarjana Kedokteran:

  1. MCQ : 30 % (0-100)
  2. MCQ/SOCA : 20 % (0-100)
  3. OSCE : 20 % (0-100)
  4. OSPE : 20 % (0-100)
  5. Perilaku : 10 % (0-100) +

100 %(0-100)

 

Perkeculian: Pembobotan nilai untuk Blok 1, 2, 20, 26, dan 27-28 mengikuti  perhitungan khusus

 

 

 

HURUF MUTU :  Penilaian Acuan Patokan (PAP)

75 – 100     = A   (4)

70 – 74       = B+ (3,5)

66 – 69       = B       (3)

60 – 65       = C+ (2,5)

55 – 59       = C   (2)

40 – 54       = D   (1)

0 – 39       = E       (0)

E = perolehan nilai huruf mutu terendah bagi peserta didik yang lengkap mengikuti kegiatan akademik.
F = perolehan nilai huruf mutu bagi peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan mengikuti ujian karena ketidaklengkapan mengikuti kegiatan akademik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BATAS LULUS

 

Batas lulus Pendidikan Sarjana Kedokteranadalah sebagai berikut:

  • Batas lulus ujian OSCE adalah ≥ 70 (Huruf mutu B+)
  • Batas lulus komponen penilaian lain adalah ≥ 55
  • Peserta didik dinyatakan lulus Blok bila :
    1. Nilai akhir Blok adalah ≥ 55 (Huruf Mutu ≥ C)
    2. Tidak ada nilai E atau F dalam komponen blok
    3. Maksimal 1 nilai D di antara seluruh komponen ujian.

 

DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI NILAI

 

Nilai dipublikasikan oleh PSPD.Setiap akhir semester peserta didik akan mendapat laporan kemajuan studi (Academic Progress Report)

 

 

 

 

UJIAN ULANG (REMEDIAL) DAN SUSULAN

Hanya diselenggarakan satu kali pada akhir setiap blok.

Peserta didik yang berhak mengikuti ujian ulang atau susulan adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Tidak lulus materi pengetahuan, tutorial, laboratorium medik dasar dan keterampilan klinik (sebagai remedial).
  • Berhalangan hadir pada ujian utama karenasakit dengan surat sakit resmiatau surat tugas dari Fakultas/ Universitas (dapat mengikuti ujian utama dan remedial).
  • Berhalangan hadir pada ujian utama selain yang tercantum di poin (2) diperbolehkan ujian remedial dengan nilai maksimal sesuai ujian remedial.

 

Nilai ujian ulang (remedial):

  • Pengulangan untuk komponen Materi Pengetahuan, Tutorial dan laboratorium medik dasar akan memperoleh nilai akhir maksimum C.
  • Pengulangan untuk Keterampilan Klinik akan memperoleh nilai maksimum B+.

 

Bagi peserta didik yang tidak mempergunakan kesempatan ujian ulang dengan alasan apa pun, tidak memperoleh ujian ulang pengganti.

 

 

KELULUSAN DARI PROGRAM PENDIDIKAN

 

Peserta didik dinyatakan LULUSPendidikan Sarjana Kedokteran apabila telah menempuh seluruh blok yang diwajibkan oleh FK-UKM dengan syarat :

  1. IPK ³50
  2. Tidak ada nilai E untuk setiap komponen.
  3. Tidak ada nilai kurang dari B+ untuk ketrampilan klinik (OSCE)
  4. Nilai akhir Blok harus ³
  5. Tersisa maksimum 10 nilai D untuk keseluruhan komponen (materi pengetahuan, laboratorium medik dasar dan tutorial), dalam tiap blok hanya ada satu nilai D tunggakan.
  6. Dapat menyelesaikan pendidikan di Pendidikan SarjanaKedokteran dalam kurun waktu maksimal 2 x 7 (dua kali tujuh) semester.
  7. Telah mengumpulkan revisi Karya Tugas Ilmiah yang disahkan oleh pembimbing dan pengujinya.

 

Kelulusan dinyatakan pada Judisium Pendidikan Sarjana Kedokteran.

 

Pengumuman kelulusan dan Judisium Program Pendidikan

  • Judisium Sarjana Kedokteran diadakan 4 (empat) kali dalam satu tahun akademik.
  • Jadwal judisium ditetapkan oleh PSPD.
  • Judisium Sarjana Kedokteran diikuti dengan pengambilan janji/ sumpah ko-asisten.

 

 

 

 

 

 

 

 

BATAS STUDI PESERTA DIDIK

Peserta didik dinyatakan mengundurkan diri dari pendidikan di FK-UKM apabila tidak  memenuhi salah satu ketentuan sebagai berikut:

  1. Akhir semester ke tiga (satu setengah tahun pertama), tidak berhasil lulus5 blok.
  2. Tidak dapat lulus dari Program Pendidikan Sarjana Kedokteran dalam kurun waktu 7 tahun (2 x 7 semester) terhitung mulai tanggal tercatat sebagai mahasiswa PSKed.
  3. Tidak memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan oleh Peraturan Kemenristek Dikti terbaru.

 

 

 

 

PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P2D)

 

 

Mahasiswa yang sudah lulus Pendidikan Sarjana Kedokteran dengan IPK sesuai ketentuan akan melanjutkan ke Pendidikan profesi atau kepaniteraan berdasarkan surat serah terima dari PSPD ke pada P2D.

P2D dilaksanakan 4 (empat) semester dalam bentuk rotasi klinik di 13 bagian klinik dan para-klinik, dengan beban studi sebanyak 84 minggu = 44 Satuan kredit.

Mahasiswa yang telah lulus dari semua Rotasi/ Bagian di P2D harus mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) CBT dan OSCE.

Mahasiswa dinyatakan lulus sebagai  dokter dari FK UKM bila sudah lulus UKMPPD.

 

 

PELATIHAN PRA-KEPANITERAAN

Sebelum masuk kepaniteraan, mahasiswa harus mengikuti pelatihan pra-kepaniteraan selama 2 (dua) minggu, dengan materi:

  1. Generic skills :Active learning, critical thinking.
  2. Pelatihan keterampilan belajar di klinik :bedside teaching(clinical reasoning, bio-etik, profesionalisme, patient-centredcommunication, patient-safety, keamanan kerja dan pencegahan infeksi nosokomial).
  3. Undang-undang praktik kedokteran, mediko-legal dan perumahsakitan.
  4. Interprofessional teamwork.
  5. Materi keterampilan klinik, termasuk Bantuan Hidup Dasar.

 

Pelatihan dilaksanakan dengan strategi SPICES, dengan kegiatan berupa kuliah tatap muka, 2 kali tutorial PBL, satu kali role-play bedside teaching, satu kali pelatihan komunikasi, 1 kali presentasi pleno.Pada minggu kedua dilakukan latihan keterampilan klinik, dibimbing oleh dosen masing-masing bagian.

 

PENGATURAN ROTASI KO-ASISTEN (PESERTA DIDIK P2D)

  1. Untuk mendapat jadwal rotasi, mahasiswa harus mendaftarkan diri ke Tata Usaha P2D, dengan melampirkan bukti administrasi keuangan setiap semester.
  2. Jadwal rotasi ditetapkan oleh P2D berkoordinasi dengan Komkordik RS Pendidikan.
  3. Jadwal rotasi diumumkan di papan pengumuman atau intranet.
  4. Untuk masuk ke bagian tertentu, mahasiswa harus mendapat pengantar tertulis dari P2D. Syarat untuk mendapatkan surat pengantar adalah telah memenuhi kewajiban administratif.
  5. Mahasiswa tidak diperkenankan mengubah jadwal rotasinya tanpa ijin tertulis dari sekretaris II P2D.
  6. Bagian tidak diperkenankan memperpanjang jadwal di luar jadwal yang telah ditetapkan.

 

PERATURAN IJIN DAN SAKIT

  • Ketidakhadiran dalam kegiatan akademik karena alasan yang tidak dapat diterima akan diperlakukan sebagai
  • Peserta didik yang tidak hadir dalam kegiatan pembelajaran tanpa surat sakit ataupun ijin (yang dapat dipertanggungjawabkan), dianggap alpa dan dapat dikenakan sanksi.
  • Peserta yang tidak dapat hadir dalam kegiatan pembelajaran karena sakit harus melapor kepada pejabat yang terkait di kepaniteraan klinik dalam waktu selambat-lambatnya 1 x 24 jam. Laporan dapat disampaikan melalui telepon, dengan bukti surat keterangan sakit yang disampaikan kemudian.
  • Bagi peserta yang sakit lebih dari 1 hari dapat mengirimkan surat keterangan sakit, melalui email atau wa kepada sekretaris II P2D selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam.
  • Peserta didik P2D yang meminta ijin khusus melebihi 3 hari, dianggap mengundurkan diri dari Bagian yang sedang dijalani, dan harus mengulang rotasi lengkap di bagian tersebut pada jadwal berikutnya yang ditetapkan oleh P2D
  • Ijin untuk kegiatan terencana harus diajukan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum tanggal ijin. Ijin diajukan kepada kepala bagian terkait dan sekretaris II  Kepala bagian dan pimpinan P2D berhak menyetujui maupun menolak permohonan ijin tersebut.
  • Ijin dukacita hanya akan diberikan bila ada peristiwa tak diinginkan (kecelakaan atau kematian) yang menimpa keluarga inti: ayah-ibu kandung, suami/istri, kakak kandung / adik kandung, anak kandung.
  • Untuk masing-masing Bagian, ketidakhadiran yang diijinkan adalah maksimum 3 (tiga) hari kerja.
  • Bagi peserta didik P2D tidak ada toleransi untuk ketidak hadiran karena rawat inap.

 

CUTI AKADEMIK DAN KEAKTIFAN AKADEMIK

  • Peraturan cuti akademik di FK UKM sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Kristen Maranatha.
  • Pengajuan cuti akademik dapat dikabulkan berdasarkan alasan yang dapat diterima oleh Pimpinan Fakultas.
  • Cuti akademik akan mempengaruhi masa studi. Cuti akademik hanya diizinkan untuk 1 semester.
  • Pengajuan keaktifan kembali harus sesuai dengan prosedur yang berlaku di Universitas Kristen Maranatha. Pengajuan untuk aktif kembali, harus disampaikan kepada Pimpinan Fakultas selambat-lambatnya 1 bulan sebelum aktif kembali.
  • Peserta didik yang tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk jangka panjang tanpa pemberitahuan akan mendapat sanksi akademik.
  • Mahasiswa P2D yang tidak aktif melaksanakan pembelajaran di luar masa spacing tanpa pemberitahuan akan mendapat sanksi akademik.

 

 

Peraturan cuti khusus

Yang termasuk dalam cuti khusus adalah :

  • Cuti hamil dan melahirkan
  • Cuti karena tugas khusus dari Fakultas/ Universitas, seperti: pertukaran pelajar resmi dari institusi FK UKM atau tugas penelitian yang diprogramkan oleh FK UKM.

 

Mahasiswa yang ingin mengambil cuti khusus harus membuat pengajuan tertulis kepada dekan FK  dengan tembusan kepada ketua PSPD. Permohonan diajukan paling lambat 2 minggu sebelum jadwal cuti yang dimaksud. Salinan (copy) persetujuan tertulis dari dekan harus dilaporkan kepada ketua PSPD.

Total masa cuti resmi yang diijinkan adalah maksimum 3 (tiga bulan) untuk hamil dan melahirkan.Cuti khusus berlaku selama 1 semester.

 

 

 

PERSYARATAN MENGIKUTI UJIAN

  • Terdaftar sebagai peserta didik FK-UKM pada semester terkait, dibuktikan dengan bukti pelunasan biaya pendidikan semester tersebut.
  • Memenuhi persyaratan lokal bagian yang terkait.

 

EVALUASI PESERTA DIDIK

  • Evaluasi performa harian: merupakan evaluasi formatif. Umpan balik formatif diberikan secara rutin dalam setiap kegiatan bersama pembimbing di tingkat  Pendidikan Profesi Dokter. Selain itu, proses pembelajaran atau performa juga menjadi bentuk evaluasi sumatif dan diperhitungkan dalam penilaian perilaku.
  • Metode evaluasi (ujian) di Pendidikan Profesi Dokter (P2D):
  1. Ujian tertulis
  2. Mini-CEX (Mini Clinical Examination Excercise): ujian keterampilan klinik dan

perilaku dalam real setting pelayanan pasien di poliklinik ataupun ruang rawat inap.

  1. DOPS (Direct observation on Procedural Skills): ujian keterampilan melakukan

tindakan prosedural dan perilaku terhadap pasien dalam real setting pelayanan di poliklinik ataupun ruang rawat inap.

  1. Ujian lisan: long-case (viva) atau modifikasi SOCA
  • Evaluasi terhadap perilaku

Evaluasi terhadap perilaku selain bersifat formatif juga berdampak pada nilai bagian.

Setiap tindakan pelanggaran dan kelalaian akan mendapat nilai minus sesuai dengan ketetapan. Batas nilai perilaku untuk lulus dari bagian adalah 66 (dengan deposit nilai awal di bagian adalah 85).

Perilaku menjadi prasyarat kelulusandari bagian.

 

 

Ketetapan nilai perilaku :

Kelalaian        (-5)

Terlambat hadir pada kegiatan pembelajaran apapun

Tidak membawa buku log di klinik (P2D)

 

Pelanggaran    (-5)

Pakaian tidak sesuai dengan ketentuan

Tidak menggunakan name tag atau jas dokter muda

Melakukan kegiatan lain selama pembelajaran

Mencoret-coret tembok, meja, kursi, dan sarana lainnya     

           

Pelanggaran berat      (-20)

Memalsukan tanda-tangan teman

Perilaku tidak profesional sehingga menimbulkan keluhan dari pasien,

perawat atau staf lain di RS Pendidikan / Puskesmas, termasuk tidak hadir

pada jadwal jaga atau meninggalkan tempat tugasnya (di RS Pendidikan

atau Puskesmas)        

           

Pelanggaran sangat berat       (-80)

Memalsukan data

Memalsukan tanda-tangan dosen/ staf administrasi

Membawa Narkotik, zat adiktif atau benda terlarang lainnya

Terlibat dalam perkelahian dan atau kekerasan fisik

Mencemarkan nama baik Fakultas Kedokteran UKM

Perbuatan yang melanggar Hak Asasi Manusia, perbuatan amoral, apalagi

sampai dipublikasikan di media massa (mengikuti peraturan Universitas)

 

 

 

Bobot penilaian di Program Pendidikan Profesi Dokter (P2D)

  1. Ujian lisan terstruktur(long case, SOCA) :  40 % ( 0-100 )
  2. Work-place based assessment : Mini-CEX,DOPS: 30 %(0-100)
  3. Ujian tertulis (pretest posttest): 15 % (0-100)
  4. Referat/jurnal/laporan kasus (CSS): 15 % (0-100)

 

Nilai akhir :100 %(0-100)

 

 

Huruf Mutu:  Penilaian Acuan Patokan (PAP)

75 – 100           = A      (4)

70 – 74             = B+    (3,5)

66 – 69             = B       (3)

60 – 65             = C+    (2,5)

55 – 59             = C      (2)

40 – 54             = D      (1)

0 – 39              = E       (0)

 

Batas Lulus

Batas lulus di Pendidikan Profesi Dokter adalah sebagai berikut:

Mahasiswa dinyatakan lulus dari suatu bagian bila  nilai akhir  ≥ 66, baik pada rotasi pertama maupun ujian ulang.

Catatan : Nilai akhir pada ujian ke-3 dan seterusnya: maksimal 70.

 

Dokumentasi Dan Publikasi Nilai

  • Nilai tidak dipublikasikan oleh bagian, dan hanya dipublikasikan pada pengumuman kandidat UKMPPD.
  • Nilai kandidat yang akan mengikuti pengumuman kandidat UKMPPD dilaporkan oleh kepala bagian kepada ketua P2D.
  • Nilai tersebut akan diumumkan oleh P2D pada rapat pengumuman kandidat UKMPPD.

 

Ujian Ulang (Remedial) Dan Susulan

Bagi mahasiswa yang  tidak lulus di bagian, mendapat kesempatan sebagai berikut :

  • Mahasiswa dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian ke-2 pada jadwal yang telah ditentukan untuk mengulang. Ujian ulang meliputi ujian lisan terstruktur atau long case.
  • Bila gagal pada ujian ke-2, mahasiswa mendapat kesempatan untuk ujian ke-3. Bila masih gagal pada ujian ke-3, maka mahasiswa harus mengulang 1 rotasi (1 co)
  • Mahasiswa yang tidak lulus setelah mengulang 1 rotasi harus diberi bimbingan khusus oleh tim dari bagian yang bersangkutan, serta harus dilaporkan kepada unit ad hoc bimbingan mahasiswa (students support and guidance).
  • Mahasiswa yang tidak lulus setelah bimbingan khusus harus dilaporkan dan akan dibahas tersendiri dalam rapat pimpinan FK UKM.

 

Kelulusan Dari Program Pendidikan

Peserta didik Pendidikan Profesi Dokter dinyatakan berhak mengikuti UKMPPD apabila:

  • Telah menyelesaikan rotasi di semua bagian dengan nilai yang memenuhi syarat kelulusan
  • IPK ≥ 3.
  • Telah menyelesaikan semua kewajiban administrasi dan keuangan
  • Telah menyelesaikan segala kewajiban (tugas) tambahan di bagian
  • Bebas pinjaman di perpustakaan
  • Hadir dalam Pengumuman Kandidat UKMPPD dan dinyatakan lulus dalam rapat kepala-kepala bagian klinik.
  • Telah mengikuti Pelatihan Pemantapan Exit Exam (P2E2)

 

Peserta didik dinyatakanlulus sebagai dokter apabila:

  • Lulus P2D dan UKMPPD (CBT dan OSCE) dalam kurun waktu maksimal 4 tahun (8 semester) setelah tanggal masuk ke P2D.
  • Hadir dalam judisium dokter dan dinyatakan lulus dalam rapat judisium dokter

 

Pengumuman kelulusan dan Judisium Program Pendidikan

  • Pengumuman kandidat UKMPPD diadakan pada minggu kedua setiap bulan.
  • Jadwal pengumuman kandidat UKMPPD ditetapkan oleh sekretaris II P2D.
  • Judisium dokter dilakukan setelah fakultas mendapatkan hasil UKMPPD dari Panitia Pusat UKMPPD.
  • Judisium dokter dilakukan oleh pimpinan FK UKM.
  • Janji atau sumpah dokter dilakukan sesudah judisium dokter.

 

BATAS STUDI PESERTA DIDIK

 

Peserta didik dinyatakan mengundurkan diri dari pendidikan di FK-UKM apabila tidak  memenuhi salah satu ketentuan sebagai berikut:

  • Tidak dapat lulus Dokter dalam waktu 4 tahun (2 x 4 semester) terhitung mulai tanggal tercatat sebagai mahasiswa P2D.
  • Tidak memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan oleh Peraturan Kemenristek Dikti terbaru.

 

 

 

 

TATA TERTIB

 

  1. Tata tertib umum :

Setiap peserta didik UKM wajib mentaati tata tertib sebagai berikut :

  1. Bersikap sopan terhadap pimpinan, dosen, asisten, karyawan, terhadap sesama peserta didik serta menempatkan diri  dengan baik dalam suasana kekeluargaan Almamater.

 

  1. Berpakaian sopan, rapih, bersih, tidak tembus pandang, tidak ketat dan tidak  diperkenankan memakai sandal dalam mengikuti segala kegiatan kurikulum dan ekstra-kurikuler. Pakaian terbuat dari bahan formal.

 

* Pria:

  • Memakai kemeja resmi (bukan T-shirt/Poloshirt), memakai celana panjang resmi (bukan celana jeans atau sejenisnya).
  • Tidak mencat rambut
  • Tidak menggunakan anting-anting.

 

* Wanita:

  • Memakai kemeja/blouse resmi (bukan T-Shirt/Poloshirt), memakai celana panjang (panjang celana semata kaki; bukan legging/ celana jeans atau sejenisnya) atau rok (panjang rok minimal setingggi lutut).
  • Pakaian tidak tembus pandang dan tidak ketat
  • Tidak mencat rambut dan kuku, tidak menggunakan bulu mata palsu atau sejenisnya yang dapat mengganggu kegiatan pembelajaran
  • Tidak menggunakan make up secara berlebihan

 

  1. Dilarang merokok selama mengikuti kegiatan di seluruh area FK UKM dan seluruh rumah sakit pendidikan.

 

  1. Dilarang menghubungi atau mendatangi rumah pimpinan, dosen atau asisten yang berkenaan dengan hasil nilai tanpa surat pengantar dari Pimpinan Fakultas.

 

  1. Peserta didik wajib memakai papan nama (name tag) dengan nama yang jelas terbaca pada saat kegiatan laboratorium medik dasar, laboratorium keterampilan klinik, tutorial, dan saat ujian.

 

  1. TATA TERTIB UJIAN PS KED
  2. Umum:
  3. Peserta ujian harus berbusana kemeja putih polos dan bercelana panjang hitam atau rok hitam (bagi wanita). Persyaratan lainnya sesuai dengan tata tertib umum.
  4. Peserta ujian harus menggunakan name tag / papan nama selama ujian berlangsung.
  5. Peserta ujian hanya boleh memasuki ruangan ujian apabila pengawas ujian telah berada di ruangan ujian dan mengisyaratkan boleh memasuki ruangan ujian.
  6. Peserta hanya dibenarkan membawa kartu ujian dan alat-alat tulis yang diperlukan dan diperkenankan untuk kepentingan ujian.
  7. Peserta ujiandiwajibkan untuk :
    • menandatangani daftar hadir ujian
    • mengumpulkankartu ujian Blok yang bersangkutan

Bagi peserta didik yang tidak membawa kartu ujian, tidak diperkenankan mengikuti ujian. Kartu ujian pengganti hanya diberikan satu kali dan tidak dapat diperbaharui kembali. Kartu ujian wajib ditanda tangani oleh pengawas atau penguji, sebagai bukti telah mengikuti ujian.

  1. Peserta ujian yang dikategorikan melakukan perbuatan curang akan dikenakan sanksi. Perbuatan yang dikategorikan perbuatan curang adalah :
  2. Berhubungan satu sama lain secara lisan, tulisan ataupun kode baik sengaja atau tidak disengaja.
  3. Sengaja atau tidak sengajamemperlihatkan jawaban ujian kepada teman, atau menerima jawaban dari teman.
  4. Mencontoh atau berusaha mencontoh dari pekerjaan peserta lain.
  5. Membawa telepon seluler atau gadget selama menunggu dan selama ujian berlangsung.
  6. Membawa buku atau catatan dalam bentuk apapun selama menunggu giliran ujian di ruang isolasi dan saat ujian.
  7. Mempersiapkan contekan materi ujian dalam bentuk apapun dan membawanya ke ruang ujian, misalnya : menulis pada anggota badannya, kartu ujian, kertas/buku atau meja/kursi ujian.
  8. Mencontoh dari catatan sendiri, menerima berita dari luar ruangan.
  9. Membawa / mencuri dokumen soal
  10. Segala tindakan lain yang belum tercantum tetapi dapat dikategorikan sebagai perbuatan curang.

 

Sanksi yang diberikan adalah mendapatkan nilai akhir F untuk komponen yang diujikan.

 

  1. Peserta ujian jugatidak diperkenankan untuk :
    • Memakai jam tangan
    • Membawa kalkulator, kecualli jika diijinkan oleh dosen pengampu terkait
    • Pinjam meminjam alat tulis selama ujian

 

  1. Peserta ujian yang telah selesai mengikuti ujian dan meninggalkan ruangan ujian tidak diperbolehkan untuk mengganggu ketenangan di sekitar lokasi ujian.

 

  1. Khusus:
    1. Ujian MP
      • Peserta ujian harus sudah berada di depan ruang ujian selambatnya 15 menit sebelum ujian terjadwal.
  • Peserta ujian dinyatakan terlambat jika pengawas sudah membagikan soal ujian kepada peserta. Peserta yang dinyatakan terlambat tidak diperkenankan mengikuti ujian pada hari tersebut
  • Peserta ujian tidak diperkenankan meninggalkan ruangan ujian selama ujian kecuali atas izin pengawas ujian.
  • Peserta ujian dapat mengajukan pertanyaan kepada pengawas ujian hanya mengenai hal-hal yang menyangkut redaksi dan teks ujian dan tidak mengganggu kelancaran ujian.
  • Peserta ujian yang telah menyelesaikan pekerjaannya harus menyerahkan naskah ujian secara lengkap dan lembaran ujian kepada pengawas.
  • Peserta ujian tidak diperkenankan menggeser-geser kursi atau meja, atau mengubah tanda atau nomor yang telah ditempelkan pada kursi atau meja.

 

 

  1. OSCE
    • Peserta ujian harus sudah berada di ruang karantina selambatnya 15 menit sebelum ujian terjadwal.
    • Peserta ujian yang terlambat tidak diperkenankan mengikuti ujian tersebut.
    • Peserta ujian menunggu giliran ujian di ruang karantina, selama menunggu di ruang karantina, tidak diperkenankan membawa apapun termasuk buku, alat tulis dan telepon seluler atau gadget.
    • Peserta hanya membawakartu ujian ke dalam ruang ujian.
    • Peserta ujian diizinkan pulangsetelah menjalani ujian.

 

  1. SOCA:
    • Peserta ujian harus sudah berada di ruang karantina selambatnya 15 menit sebelum ujian terjadwal.
    • Peserta ujian yang terlambat tidak diperkenankan mengikuti ujian tersebut
    • Peserta ujian menunggu giliran ujian di ruang karantina, selama menunggu di ruang karantina, tidak diperkenankan membawa apapun termasuk buku, dan telepon seluler atau gadget.
    • Peserta hanya membawa alat tulis yang diperlukan dan kartu ujian ke dalam ruang ujian.
    • Peserta ujian mengerjakan lembaran presentasi di dalam ruangan yang telah disiapkan
    • Lembaran presentasi di bawa ke dalam ruangan ujian
    • Setelah selesai ujian, lembar presentasi ditinggalkan dalam ruangan ujian dengan membubuhi nama dan NRP.
    • Peserta ujian menunggu di karantina akhirsetelah menjalani ujian.

 

  1. OSPE
    • Peserta ujian harus sudah berada di depan ruang ujian selambatnya 15 menit sebelum ujian terjadwal.
    • Peserta ujian yang terlambat tidak diperkenankan mengikuti seluruh ujian OSPE pada hari tersebut.
  • Peserta ujian yang telah menyelesaikan pekerjaannya harus menyerahkan naskah ujian lengkap dan lembaran jawaban kepada pengawas.

 

-(DH/LD/FT)